Tatacara Mandi Wajib Untuk Umat Islam Pria dan Wanita

Tatacara Mandi Wajib Untuk Umat Islam--Setiap Umat manusia pasti pernah mengalami balig atau dewasa, berhubungan suami istri, mimpi bahasah, haid, nifas, dan banyak lagi nah yang seperti itulah dalam islam dianjurkan untuk mandi besar atau mandi wajib atau junub, ada banyak nama dalam sebutan ini, namun dalam hal ini eduside tidak membahas kenapa terlalu banyak nama tapi yang akan dibahas eduside adalah tatacara mandinya, jadi bagi anda yang belum tahu cara mandi wajib maka education akan membantu anda untuk mengetahui cara mandi wajib yang benar.

Berikut Ini Adalah Tatacara Mandi Wajib Untuk Umat Islam Yaitu :
1. Mencuci Kedua Tangan Dengan Meniatkan Ikhlas Karena Allah
Hal ini sesuai dengan hadis Nabi berikut ini:
Karena hadis Aisyah ra bahwa Nabi saw. itu kalau mandi karena junub, ia mulai membasuh kedua tanganya, kemudian menuangkan dengan kananya pada kirinya, lalu mencuci kemaluanya, lalu berwudhu sebagai wudhunya untuk shalat, kemudian mengambil air dan memasukkan jari-jarinya dipangkal rambutnya, sehingga apabila ia merasa bahwa sudah merata, ia siramkan air untuk kepalanya tiga tuangan, lalu meratakan seluruh badannya, kemudian membasuh kedua kakinya. (HR. Bukhari Muslim ).
2. Mencuci Kemaluan Dengan Tangan Kiri & Menggosokkan Tangan Pada Tanah Yang Menjadi Gantinya.
Hal Ini Berdasarkan Hadis Maimunah Dari Bukhari Dan Muslim:
”Kemudian menuangkan air pada kemaluanya dan membasuhnya dengan tangan kirinya, lalu digosokkan tanganya pada tanah”.Dan dalam riwayat lain: “Maka ia mengusap tanganya dengan tanah”.
3. Lalu Berwudhu Seperti Wudhu Untuk Shalat, Kemudian Mengambil Air & Memasukkan Jari-Jari Pada Pokok Rambut Setelah Dilepas Ikat Rambutnya.
Hal ini seperti terdapat dalam hadis No.1 di atas.
Dan berdasar hadis:
Dari Aisyah r.a; “Sesungguhnya Asma’ menanyakan pada Nabi saw. tentang mandinya orang haid, maka Nabi bersabda:”Ambillah seorang dari kamu sekalian akan air dan daun bidara, lalu mandilah dengan baik-baik, curahkan atas kepalanya dan gosok dengan sebaik-baiknya, sehingga sampai kedasar kepalanya, lalu curahkan air lagi dari atasnya, kemudian ambil sepotong kapas (kain yang diberi minyak kasturi), lalu usaplah dengan kain itu”…(HR. Muslim).
Dan karena hadis Aisyah ra:
Bahwa Nabi saw berkata kepadanya, padahal ia sedang haid: “Lepaskanlah rambutmu dan mandilah“.(HR. Ibnu Majah dengan isnad atau rangkaian yang Shahih).
4. Memulai Pada Sisi Kanan.
Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah;
Dari Aisyah, Ia berkata: bahwa Rasulullah saw. suka mendahulukan kananya dalam memakai sandalnya, bersisirnya, bersucinya dan dan segala halnya. (HR. Bukhari Muslim).
5. Menuangkan Air Keatas Kepala 3x & Meratakan Air Keseluruh Badan
Lihat hadis riwayat Bukhari dan Muslim pada No.1 di atas: ”Bahwa Nabi menyiramkan air untuk kepalanya tiga tuangan, lalu meratakan seluruh badanya”.
Dan menggosokkan ketika meratakan air, karena arti kata “tathahur” dalam surat al-Maidah: 6, lebih mengesankan arti lebih dari mandi biasa.
6. Mencuci Kaki Dengan Mendahulukan Yang Kanan Dari Yang Kiri
Lihat hadis Aisyah No.1 di atas; ”Kemudian beliau membasuh ke dua kakinya”.
Dan hadis tentang mendahulukan yang kanan dari yang kiri (Hadis No.4 di atas ).
Dan seharusnya tidak berlebihan dalam menggunakan air ketika mandi.
Sebagaimana hadis yang diriwayatka oleh Anas: ”Adalah Nabi saw mandi dengan satu sha’ sampai lima mud dan wudhu dengan satu mud. ( HR.Bukhari Muslim ). (HPT : 47-48/63-66)
Catatan, Sebelum melakukan semua hal di atas ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu Beberapa Hal Yang Sering Dipermasalahkan Dalam Mandi Wajib Atau Janabat, karena ada banyak perbedaan dalam hal mandi wajib ini, semoga Artikel Informasi Pendidikan dapat bermanfaat bagi kita semua, dan apa bila  Kumpulan Informasi Pendidikan memiliki penyampaian yang kurang bekenan, Keluarga besar eduside meminta maaf sebesar-besarnya dan kepada allah kami memohon ampun.

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Dan Cara Shalat Sunnah Qobliyah Dan Ba’diyah Shalat Wajib

Pengertian Dan Adab Dalam Berpakaian Menurut Islam

Pengertian Dan Adab Berhias Dalam Sudut Pandang Islam